Ultimate magazine theme for WordPress.

AKHIRNYA KEPALA BKN BUKA SUARA “HANYA ADA PERANGKINGAN SKOR SKD”..!!INI PENJELASANNYA | Wonderdir

5



Banyak Peserta CPNS 2018 Tak Lolos di SKD, Kepala BKN: Tidak akan Menurunkan Passing Grade
Rabu, 14 November 2018

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana akhirnya buka suara terkait banyaknya peserta CPNS 2018 tak lolos SKD.
Bima Haria Wibisana juga mengemukakan bahwa keputusan untuk menurunkan passing grade di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tidak akan dipilih.
Hal ini disampaikan Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam wawancara yang ditayangkan melalui akun Facebook Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia pada Rabu (14/11/2018).
Bima mengatakan bahwa saat ini jumlah peserta yang lolos secara nasional sekitar 13 persen.

Namun ada perbedaan antara peserta CPNS yang lolos SKD di pusat dan daerah.

“Kalau di pusat lebih dari 20 persen yang lulus, yang di daerah ini menjadi masalah karena nilai kelulusannya rata-rata hanya 3 persen,” kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana.
“Ini yang membuat formasi-formasi di daerah akan kosong kalau hanya 3 persen dari peserta yang lulus,” tambahnya.

Saat ditanya soal passing grade SKD CPNS 2018, Bima mengatakan bahwa tidak berbeda dengan tahun lalu.
Sebagaimana kita tahu, agar dapat lulus SKD peserta CPNS 2018 harus melampaui ambang batas atau passing grade yang telah di tentukan.

Setiap peserta CPNS 2018 diberikan 100 soal untuk SKD.
Soal itu terdiri dari 35 soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan nilai minimal 75.
Kemudian soal Tes Intelegensia Umum (TIU) dengan nilai minimal 80, dan 35 soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai minimal 143

“Sebetulnya dalam Tes Karakteristik Pribadi (TKP) yang diinginkan adalah seseorang yang memang memiliki karakter seorang pelayan publik, mampu menjadi seorang PNS yang berkualitas, ambang batasnya juga 143,” kata Bima.
Lantas bagaimana langkah yang akan diambil oleh Panselnas CPNS 2018 saat banyak sekali peserta yang tidak lolos tes SKD?
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah tetap meneruskan proses CPNS 2018 bagi peserta yang lulus.

“Kita akan meneruskan apa yang menjadi hasil dari tes sekarang ini, jadi yang sudah lulus akan terus mengikuti tes berikutnya,” kata Kepala BKN.
“Bagaimana dengan formasi-formasi yang kosong karena banyak peserta yang tidak lulus? Dalam pembicaraan yang sedang sekarang dilakukan mungkin kita tidak akan menurunkan passing grade karena ini sudah minimum.”
“Karena kalau kita turunkan kita khawatir akan mendapatkan PNS yang tidak memiliki kompetensi.”
“Cara lain adalah kita akan melakukan perangkingan dari total skor karena total skor itu banyak yang tinggi tapi salah satunya tidak memenuhi passing grade.”
“Ini alternatif yang sedang kami simulasikan, mudah-mudahan dalam minggu ini kita bisa mengeluarkan kebijakan yang baru untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik di daerah terutama guru dan tenaga kesehatan,” ujar Kepala BKN Bima Haria Wibisana.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menegaskan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi umum yang tidak mencapai target nilai yang ditentukan dipastikan bakal gugur.

Kata Ridwan hingga saat ini untuk formasi umum peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mengikuti Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) jika tidak mencapai target nilai yang ditentukan sudah dipastikan tidak lolos ke tahap selanjutnya yakni Seleksi Kompetisi Bidang (SKB).

“Formasi Umum berpatok pada masing-masing nilai, kalau salah satu di bawah itu (nilai minimal) ya gak lolos,” ujar Ridwan di BKN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Senin (12/11/2018).
Melansir dari Wartakotalive.com (12/11/2018) Mohammad Ridwan menjelaskan bahwa sangat mudah mencapai nilai yang dibutuhkan, karena tidak semua soal wajib dikerjakan dan dijawab dengan benar.

“35 soal TWK kalau benar semua nilainya 175 kita cuma minta nilai 75 saja, cuma 43 persen, berarti 15 soal doang yang harus dikerjakan dengan benar,” kata Ridwan.

“Nah untuk TIU ada 30 soal, kita minta nilai 80 saja, cuma 53 persen. Berarti hanya 16 soal yang harus dikerjakan dengan benar,” tambahnya.

“Sedangkan untuk TKP ada 35 soal, kita minta nilai 143, cuma 82 persen. Berarti hanya 29 soal yang harus benar,” jelasnya.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan di BKN Pusat, Cawang Jakarta Timur.
Ia sangat menyayangkan sebagian besar peserta gugur di TKP padahal tahun lalu peserta banyak yang lolos di TKP ini dan justru banyak gugur di TWK.

“Jadi seperti buah simalakama, TKP sekarang jadi momok. Kalau tahun lalu TWK yang jadi momok, jadi teman-teman belajarnya TWK yang lebih diperdalam,” kata Ridwan.
Iapun sempat bingung apa kendala yang dihadapi peserta sampai-sampai hanya tiga persen yang lolos dari semua nilai yang ditetapkan.
“Saya juga gak tahu apa sih kendalanya. Saya dulu TKP 175 tuh, sekarang rata-rata hanya tiga persen yang lolos. Mau TIU atau TWKnya tinggi gak perduli jika TKPnya rendah, sudah dipastikan tidak lolos,” tegas Ridwan.



19 Comments
  1. Heri Kurniawan says

    setuju ini kebijakan yg sangat bagus dan tidak menurunkan kualitas cpns.

  2. Mister Bee says

    Sebaiknya perangkingan tidak hanya hanya berdasarkan akumulasi nilai total, namun juga berdasarkan kedekatan skor masing2 jenis soal dengan PG yang ditentukan. Jadi, peserta yang dirangking adalah peserta yang skor masing2 jenis soal tidak terlalu jauh dari PG yang ditentukan. Sebagai ilustrasi, ada seorang peserta (X) memiliki skor TWK 150, TIU 150, sedangkan TKP hanya 20, jadi total skor 320, sedangkan peserta (Y) memiliki TWK 80, TIU 80, dan TKP 140 (kurang 3 poin dari PG), jadi total skor 300. Secara kualitas, menurut saya peserta (Y) lebih berkualitas daripada peserta (X), karena meskipun lebih kecil, tapi paling mendekati PG yang ditetapkan. Sebaliknya, peserta (X), meskipun tinggi, kemampuan TKP-nya terlalu jauh di bawah PG yang ditentukan.

  3. Nadia Amie says

    Saya akan tetap menunggu kebijakan terbaru dari panselnas…

  4. Ali Amran says

    SUNGGUH SANGAT TEPAT TIDAK MENURUNKAN PASING GRADE DEMI MENJAGA KUALITAS DAN LAKUKAN PERANKINGAN DARI TOTAL NILAI SKORE BILA PERLU SAMPAI KELULUSAN 3 KALI FORMASI UNTUK TEST SKB

  5. Umi Hanifah says

    kalau nilai TWK – 105 TIU-60 TKP-145 total 310 lolos apa gak ya

  6. Tigor Aja says

    yang lulus skd akan dirugikan..

  7. Sri Gustini says

    Semakin kacau ini, masa orang yg g lulus dipaksa lulus dgn dalih agar formasi tidak kosong, lah klo formasinya kosong karena tidak ada yg lulus PG ya di ajukan lagi buat tahun depan. Klo begini mah kualitas apaan? Orang udh g lulus dipaksa lulus, terus PG g blg diturunkan tapi dgn sistem ranking… Lah bedanya apa Pak? Jadi sudahlah.. g lulus y coba lagi Thun depan, seleksi CPNS g ush terlalu di viralkan ga akan bgus buat metal anak bangsa, klo terus di viralkan maka anak2 Indonesia hanya akan mengenal satu profesi yaitu PNS. Ayolah Pak.. Introspeksi diri pelamar PNS jutaan itu bukan kebangaan tapi musibah pak, ternyata banyak sekali sarjana di Indonesia ini menganggur.

  8. AZWAR GAMING says

    Nilai diatas 250 saya pikir susah2 gampang, jadi jika pemerintah melakukan perangkingan bukan berarti itu dipaksakan, toh tentu saja yang diambil yang nilainya tinggi, dan rata2 berkualitas, apalagi masih banyak yang nilainya dibawah 200..! Rata2 220 atau 230..!

  9. Poradi Sastra says

    Pasing grade tidak turun tapi di ranking. Yang diranking yg tidak lulus PG berarti salah satu nilainya dibawah PG. Kalo diranking berarti PG diturunin dong sampai batas nilai yang diranking. Wkwkwkwwk lucu negeri ini. #2019 ganti…….. isi sendiri. Takut di tuduh makar. Wkwkwwk

  10. Nurtaufiq Ismail says

    Yg 3 persen langsung lulus yg lainnya dirangking… biar yg lulus ga usah saingan lagi….

  11. WIRAHAGI Channel says

    Pengumuman tes skd
    https://youtu.be/CffOmCfzJyk

  12. redi reri says

    Bahasa nya doang diputer puter, intinya mah sama aja. Hadeehhh, harapan saya jgn ada yg dirugikan bagi yg udah lulus skd, saya doakan solusi yg trbaik buat yg gak lulus. Sbgai pencari kerja kita faham masing2 kondisi negeri kita ini

  13. Menunggu kabar terbaru dr menpan rb aja

  14. Miman Alkausar says

    👎

  15. Muhammad seid lubis says

    Menteri republik indonesia ada yg lulusan SMP,mana keadilan indonesia ini,,,coba caleg cagub dpr mpr capres menteri,,harus ujian lulus pseeng read baru ada hak dipilih rakyat,,,adilkan

  16. Ery Eryansyah says

    Tahun depan kan Masi ada waktu .ya kalo gak lulus ya gak lulus .saya juga gugur tapi kalo bisa komitmen pemerintah harus di tegakkan . Kalo tidak lulus ya tidak lulus .jangan di paksakanlah .tidak ada komitmennya . Lebih baik tes ulang

  17. Jae Lani says

    Utamakan tenaga honor yg lebih lama serta umur yg lebih tua buatlah yg adil. Utamkan tenaga honor

  18. Untung Adi Suprapto says

    Rontok dong …..

  19. Ahmad Sapran says

    Sebagai dampak kebijakan BKN dan Menpan RB, saat ini peserta tes asn yg tdk lolos seleksi administrasi mengajukan banding utk ikut ujian susulan, jika permohonan banding dikabulkan, maka menjadi tdk fair dan tidak adil, karena mereka akan ikut ujian susulan sudah mengetahui arah dan type soal, shg kemungkinan lolos pasti lebih besar dari peserta tes pertama. Dengan kata lain soalnya sudah bocor. Jadi Menpan RB dan BKN harus tegas menolak, karena merugikan peserta yg sdh lolos murni.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: